Arti Sebenarnya dari Kalimat HRD “Bersedia Bekerja di Bawah Tekanan”

Kalimat “kami mencari kandidat yang tahan tekanan” terdengar biasa saja, bahkan terlihat sebagai pujian untuk yang tahan banting. Tapi, kalau kamu denger ini di lowongan kerja atau interview, penting banget buat baca di balik kata-katanya.

Biasanya, “tahan tekanan” artinya lingkungan kerja punya ritme cepat, target tinggi, dan kemungkinan minim dukungan. Di beberapa kasus, ini bisa jadi tanda lembur yang normalisasi, kerja di luar jam, atau jobdesc yang sering berubah tanpa arahan jelas.

Nggak semua perusahaan yang menyebut ini berarti toxic, tapi kamu perlu peka. Pastikan kamu tanya lebih lanjut saat interview: tekanan seperti apa yang dimaksud? Apakah sistem kerja mereka mendukung? Apakah ada keseimbangan antara target dan kapasitas kerja?

Apa maksud HRD saat menulis “bersedia bekerja di bawah tekanan”?

Biasanya ini berarti target ketat, deadline cepat, dan situasi kerja yang dinamis, bukan sekadar tekanan sesekali.

Apakah bekerja di bawah tekanan selalu berarti lingkungan kerja toxic?

Tidak selalu. Tekanan bisa datang dari ritme kerja tinggi, tapi jadi red flag jika disertai jam kerja berlebihan dan minim support.

Kenapa hampir semua lowongan pakai kalimat ini?

Karena perusahaan ingin kandidat yang tahan stres, fleksibel, dan tidak mudah menyerah saat workload meningkat.

Bagaimana cara menyikapi kalimat ini saat interview?

Tanyakan contoh konkret tekanannya, seperti target, jam kerja, dan sistem dukungan tim agar kamu tidak salah ekspektasi.

Apakah semua orang cocok bekerja di bawah tekanan?

Tidak. Setiap orang punya batas berbeda, dan itu valid untuk dijadikan pertimbangan sebelum menerima pekerjaan.

Dunia Kerja, freshgraduate, FYI, Lamar Kerja