Entah apa yang dipikirin sampe lupa wkwk
Ceritanya udah siap pulang, kerjaan juga beres, tinggal tutup laptop, eh baru sadar belum sempat save. Detik itu juga rasa pengen pulang langsung berubah jadi panik kecil dan senyum pahit.
Ceritanya udah siap pulang, kerjaan juga beres, tinggal tutup laptop, eh baru sadar belum sempat save. Detik itu juga rasa pengen pulang langsung berubah jadi panik kecil dan senyum pahit.
Tahun-tahun belakangan ini, tantangan ekonomi di Indonesia makin nyata. PHK massal terjadi di banyak sektor, harga kebutuhan pokok naik, gaji tak ikut menyesuaikan, dan pajak makin terasa. Di tengah semua itu, banyak pekerja dan pencari kerja merasa terjebak. Lalu, apa yang bisa dilakukan? Pertama, penting banget untuk adaptif terhadap perubahan pasar kerja. Jangan terpaku pada
Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksikan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada awal tahun 2026 di kisaran angka 5,4% – 6,2%. Meski sempat mengalami penurunan pasca pandemi, angka ini tetap menunjukkan bahwa jutaan masyarakat Indonesia masih belum memiliki pekerjaan tetap. Lebih mengejutkan lagi, lebih dari 55% tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal
Healing harus tetap jalan biar mental nggak makin drop, tapi cari kerja juga nggak bisa berhenti karena hidup tetap butuh biaya. Akhirnya belajar jalanin dua-duanya pelan-pelan, sambil berharap semesta kasih jeda di tengah capek yang belum selesai.
Kalimat “kami mencari kandidat yang tahan tekanan” terdengar biasa saja, bahkan terlihat sebagai pujian untuk yang tahan banting. Tapi, kalau kamu denger ini di lowongan kerja atau interview, penting banget buat baca di balik kata-katanya. Biasanya, “tahan tekanan” artinya lingkungan kerja punya ritme cepat, target tinggi, dan kemungkinan minim dukungan. Di beberapa kasus, ini bisa
Tahun 2026 diprediksi masih akan diwarnai gelombang PHK besar-besaran di berbagai sektor. Industri teknologi, retail, sampai manufaktur menunjukkan tanda-tanda pengetatan. Buat kamu yang masih bekerja atau bahkan baru mencari kerja, penting banget buat siap-siap dari sekarang. 1. Evaluasi Skill dan Adaptasi CepatDunia kerja makin kompetitif. Perusahaan cenderung memilih kandidat yang fleksibel dan siap pakai. Mulai
Kadang kita nggak punya pilihan buat langsung resign dari tempat kerja yang toxic. Entah karena masih butuh penghasilan tetap, belum nemu tempat baru, atau terikat kontrak. Tapi bukan berarti kamu harus pasrah dan merelakan kesehatan mentalmu. Langkah pertama: kenali batasan dirimu. Kalau kamu tahu apa yang bikin kamu stres atau tertekan, kamu bisa mulai menjaga
Banyak orang ngerasa stuck di fase: “males kerja takut miskin, kerja rajin tetep miskin.” Seolah nggak ada jalan keluar. Padahal ini bukan cuma soal usaha, tapi juga soal sistem, strategi, dan kondisi. Pertama, gaji naik nggak secepat naiknya biaya hidup. Meski kamu semangat kerja, kalau nggak ada strategi keuangan dan upgrade skill, kamu bakal terus
Banyak orang masih mengira kalau cuti karena stres itu lemah. Padahal, justru ini salah satu tanda dewasa yang sehat. Saat kamu bisa mengenali batas dirimu, tahu kapan perlu istirahat, dan berani mengambil waktu tanpa rasa bersalah, itu artinya kamu sedang melindungi produktivitas jangka panjang. Sayangnya, nggak semua pekerja di Indonesia bisa ambil cuti tanpa dihantui
Saat melamar kerja atau mau bikin usaha, kamu mungkin sering ketemu istilah seperti PT, CV, corporate, dan agency. Walaupun terdengar mirip, keempat istilah ini punya arti dan struktur yang sangat berbeda. Supaya kamu nggak bingung lagi, yuk bahas satu per satu dengan bahasa yang gampang dipahami. 1. PT (Perseroan Terbatas) PT adalah bentuk perusahaan yang