Apa Itu Paklaring? Fungsi, Isi, dan Cara Mendapatkannya

Paklaring adalah surat keterangan kerja yang diterbitkan perusahaan sebagai bukti resmi bahwa seseorang pernah bekerja di sana. Dokumen ini sering ditanyakan HRD saat melamar kerja baru, tapi masih banyak yang bingung apa isinya, kapan harus memintanya, dan bedanya dengan surat referensi kerja. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian Paklaring

Paklaring adalah surat keterangan yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk karyawan yang sudah berhenti bekerja, baik karena resign, habis kontrak, maupun pemutusan hubungan kerja (PHK). Istilah “paklaring” sendiri umum disebut berasal dari serapan bahasa Belanda, dan sudah lama dipakai di dunia kerja Indonesia sebagai sebutan sehari-hari untuk surat pengalaman kerja resmi ini.

Secara hukum, paklaring bukan dokumen wajib yang diatur rinci dalam undang-undang ketenagakerjaan, tapi menjadi hak karyawan untuk memintanya sebagai bukti riwayat kerja — dan sudah jadi praktik standar hampir semua perusahaan di Indonesia untuk menerbitkannya saat karyawan resmi berhenti bekerja.

Fungsi Paklaring

Paklaring dibutuhkan untuk beberapa keperluan penting, di antaranya:

1

Melamar kerja baru — sebagai bukti pengalaman kerja yang biasanya diminta HRD saat proses onboarding di perusahaan berikutnya.

2

Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan — salah satu dokumen pendukung yang sering diminta saat proses pencairan JHT setelah berhenti bekerja.

3

Pengajuan kredit atau pinjaman — beberapa lembaga keuangan meminta paklaring sebagai salah satu syarat verifikasi riwayat pekerjaan pemohon.

4

Pengurusan visa kerja atau dokumen resmi lain — beberapa negara/instansi mensyaratkan bukti riwayat kerja formal seperti ini.

Isi Paklaring yang Standar

Meski formatnya bisa berbeda antar perusahaan, paklaring pada umumnya memuat komponen berikut:

  • Kop surat resmi perusahaan (nama, alamat, logo)
  • Nama lengkap dan jabatan terakhir karyawan
  • Periode kerja (tanggal mulai dan tanggal berakhir bekerja)
  • Keterangan status berhenti bekerja (resign, kontrak berakhir, atau PHK)
  • Tanda tangan pejabat berwenang (biasanya HRD atau atasan langsung) beserta cap perusahaan

💡 Sering tertukar: paklaring beda dengan surat referensi kerja. Paklaring cuma memuat fakta administratif (nama, jabatan, periode kerja), sedangkan surat referensi kerja berisi penilaian kinerja dan rekomendasi dari atasan — biasanya diminta terpisah kalau memang dibutuhkan.

Cara Mendapatkan Paklaring

Di banyak perusahaan, paklaring diterbitkan otomatis saat proses exit clearance karyawan yang resign atau selesai kontrak. Kalau belum menerima, berikut langkah yang bisa diambil:

  1. Ajukan permintaan tertulis ke bagian HRD, sebutkan keperluan (misalnya untuk klaim BPJS atau melamar kerja baru)
  2. Sertakan data yang dibutuhkan: nama lengkap, NIK, jabatan terakhir, dan periode kerja
  3. Ikuti prosedur internal perusahaan — beberapa perusahaan mensyaratkan proses exit clearance selesai dulu sebelum paklaring diterbitkan
  4. Simpan paklaring asli dengan baik — dokumen ini biasanya cuma diterbitkan sekali dan sulit diminta ulang kalau perusahaan sudah tutup atau berganti manajemen

Kenapa Verifikasi Paklaring Penting?

Karena paklaring jadi salah satu bukti riwayat kerja yang cukup krusial, dokumen ini juga rawan dipalsukan oleh oknum yang ingin mendongkrak pengalaman kerja di CV. Untuk perusahaan yang merekrut, memverifikasi keaslian paklaring pelamar jadi langkah penting supaya proses rekrutmen tidak dirugikan oleh data yang tidak valid.

Beberapa platform kerja modern, termasuk Lokerbali, sudah menyediakan fitur Verifikasi Blockchain yang mencatat keabsahan dokumen kerja seperti paklaring secara permanen, sehingga perusahaan dan pencari kerja sama-sama lebih terlindungi dari risiko pemalsuan riwayat kerja.

Pertanyaan Seputar Paklaring

Apa itu paklaring?

Paklaring adalah surat keterangan kerja yang diterbitkan perusahaan sebagai bukti resmi bahwa seseorang pernah bekerja di sana, mencakup nama, jabatan, dan periode kerja karyawan tersebut.

Apakah paklaring wajib untuk klaim BPJS Ketenagakerjaan?

Paklaring sering diminta sebagai salah satu dokumen pendukung saat mengajukan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan, meski persyaratan pasti bisa berbeda tergantung kebijakan yang berlaku, sebaiknya dicek langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat.

Apa beda paklaring dan surat referensi kerja?

Paklaring hanya memuat fakta administratif seperti nama, jabatan, dan periode kerja. Surat referensi kerja berisi penilaian kinerja dan rekomendasi dari atasan, dan biasanya diminta secara terpisah dari paklaring.

Bagaimana jika perusahaan lama tidak mau memberikan paklaring?

Ajukan permintaan tertulis resmi ke HRD dengan menyebutkan keperluannya. Kalau tetap tidak diberikan, dokumen pendukung lain seperti slip gaji, kontrak kerja, atau riwayat pembayaran BPJS Ketenagakerjaan bisa jadi alternatif bukti riwayat kerja.

Apakah paklaring bisa dipalsukan?

Ya, karena paklaring umumnya berupa dokumen fisik atau PDF biasa, dokumen ini berisiko dipalsukan. Karena itu, sejumlah platform kerja kini menyediakan fitur verifikasi berbasis blockchain untuk memastikan keaslian riwayat kerja pelamar.

Mau pastikan riwayat kerjamu kredibel di mata HRD?

Cek Verifikasi Blockchain →

Lamar Kerja