image

Tips Mengatasi Rasa Lelah Mencari Kerja

Proses mencari suatu pekerjaan terkadang bisa memakan waktu yang lama. Tentunya hal ini sering membuat sebagian pelamar merasa lelah dan jenuh.

Rasa lelah ini terkadang bisa menjadi alasan untuk membuat seseorang menjadi malas. Lantas apa yang harus dilakukan agar kamu terhindar dari rasa malas? Berikut ini ulasannya

1. Buat proses pencarian kerja lebih teratur

Misalnya, kamu terbiasa melamar di jam berapa pun itu dari pagi, siang, sampai malam. Alhasil, rasanya jadi capek setiap saat. Nah mulai sekarang, kamu bisa membuatnya jadi lebih teratur. Bagaimans caranya? Kamu bisa membuat rangkaian kerjayang lebih teratur, mulai dari urutan proses dari awal hingga akhir.

Kamu juga perlu mencari tahu kapan waktu yang tepat untuk melamar kerja, agar proses ini tak hanya jadi lebih teratur, tetapi juga efektif.

2. Optimalkan proses pelamaran

Tips berikutnya yang bisa diikuti agar tak begitu lelah saat mencari kerja adalah dengan mengoptimalkan proses pelamaranmu.

Bagaimana caranya? Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:

  • mencari waktu paling tepat untuk melamar
  • memastikan semua dokumen sudah lengkap dan tepat
  • tidak melamar satu lowongan saja

Terkadang pasti ada keraguan untuk melamar di sebuah perusahaan karena takut tidak memenuhi kualifikasi, takut ini, takut itu.

Akan tetapi, semakin banyak lowongan yang dilamar, semakin tinggi juga kemungkinan kamu masuk ke tahap perekrutan selanjutnya.

3. Cari pencapaian-pencapaian kecil dalam sehari

Melamar ke sana kemari tanpa hasil pasti membuat kamu frustrasi. Supaya terhindar dari burnout atau rasa lelah saat mencari kerja, CNBC menyarankan untuk mencari “small wins” atau capaian kecil setiap harinya.

Coba cari kegiatan yang bisa diselesaikan dan memberikan dampak baik untukmu. Misalnya, merapikan kolom perkenalan di CV, mengikuti training untuk menambah ilmu di bidang yang ingin digeluti, dan sebagainya.

Dengan begitu, kamu akan mendapatkan small wins tersebut dan merasa sudah mencapai sesuatu, sekecil apa pun itu.

4. Bertanya kepada rekruter

Daripada menerka-nerka lalu berujung lelah dan stres saat mencari kerja, kamu bisa juga langsung bertanya ke rekruter, lho.

Misalnya, hubungi rekruter untuk memperkenalkan diri dan memberi tahu bahwa kamu sudah melamar di perusahaannya.

Kalau sudah sampai ke tahap interview, kamu bisa follow up mengenai hasilnya. Cari tahu kira-kira kamu harus menunggu berapa lama, kapan akan diberi kabar, dan sebagainya.

Dengan begitu, kalau memang tidak diberi kabar lagi kamu bisa move on dan melanjutkan pencarian di tempat lain.

5. Jangan lupa rehat sejenak

Saat mencari kerja, jangan lupa untuk rehat sejenak, ya.

Forbes menyarankan untuk sesekali tidur lebih cepat dan tidak memusingkan pekerjaan. Sebab, hal itu hanya akan berujung ke burnout.

Kalau istirahat cukup, pasti badan jadi lebih segar dan otak pun bisa diajak bekerja sama untuk berpikir jernih.

Kamu pun akan bisa membuat cover letter yang lebih menarik dan proses pencarian kerja jadi jauh lebih lancar.

Yuk bagikan

tinggalkan komentar kamu


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sedang Upload