Tips Interview Menurut Buku Seni Berbicara
Salah satu buku populer berjudul “How to Talk to Anyone, Anytime, Anywhere” karya Larry King, yang terbit tahun 1995, masih sangat relevan dipelajari hingga sekarang karena ilmu komunikasi di dalamnya bersifat universal dan tidak lekang oleh waktu. Buku ini juga menyelipkan tips bagaimana berkomunikasi yang baik ketika kamu menghadapi wawancara kerja. Berikut 4 prinsip utama dari buku tersebut yang bisa kamu terapkan saat interview.
- 4 aturan utama dari buku Larry King: tunjukkan kontribusi, bersikap terbuka, tunjukkan kesiapan, dan ajukan pertanyaan.
- Interview kerja pada dasarnya adalah proses “menjual diri” agar diterima di perusahaan yang kamu inginkan.
- Prinsip komunikasi ini juga relevan untuk negosiasi gaji, promosi jabatan, atau kerja sama dengan perusahaan lain.
- Fokus pada apa yang bisa kamu berikan ke perusahaan, bukan hanya apa yang ingin kamu dapatkan.
Interview Kerja adalah Proses Menjual Diri
Pada saat wawancara kerja, kamu sebenarnya sedang menjual diri sendiri agar diterima kerja di perusahaan yang kamu inginkan, jadi tidak perlu meremehkan skill sales atau marketing yang sebenarnya kamu praktikkan juga saat itu. Prinsip yang sama juga berlaku ketika kamu ingin mendapatkan promosi jabatan atau membangun kerja sama dengan perusahaan lain di masa depan.
1. Tunjukkan Apa yang Bisa Kamu Lakukan untuk Perusahaan
Tunjukkan kepada calon atasan atau HRD hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan untuk perusahaan, bukan sekadar apa yang ingin kamu dapatkan dari posisi tersebut. Fokus pada kontribusi konkret yang bisa kamu berikan membuat HRD lebih mudah membayangkan dampak positif dari mempekerjakanmu.
2. Selalu Bersikap Terbuka
Bersikap terbuka selama interview membuat percakapan terasa lebih alami dan tidak kaku. Larry King menekankan pentingnya komunikasi dua arah, bukan sekadar menjawab pertanyaan secara defensif. Sikap terbuka juga membantu membangun rasa percaya antara kamu dan pewawancara sejak awal sesi berlangsung.
3. Tunjukkan Bahwa Kamu Siap
Tunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu benar-benar dalam keadaan siap, baik secara mental maupun pengetahuan seputar posisi dan perusahaan yang dilamar. Kesiapan ini tercermin dari cara kamu menjawab pertanyaan dengan yakin, tanpa terlihat ragu atau gugup berlebihan.
4. Ajukan Pertanyaan
Jangan lewatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan balik kepada pewawancara. Prinsip komunikasi yang baik selalu bersifat dua arah, bukan satu arah. Dengan bertanya, kamu menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap posisi dan perusahaan, sekaligus mendapatkan informasi tambahan yang berguna untuk mempertimbangkan tawaran kerja tersebut.
Kenapa Prinsip Komunikasi Ini Tetap Relevan?
Meski buku ini terbit puluhan tahun lalu, prinsip dasar komunikasi manusia tidak banyak berubah. HRD tetap menilai kandidat dari cara mereka berkomunikasi, bukan hanya dari isi CV atau jawaban teknis semata. Menguasai keempat prinsip di atas membantu kamu tampil lebih meyakinkan, tidak hanya saat interview kerja, tapi juga dalam berbagai situasi profesional lainnya di masa depan.
Belajar dari Buku Non-Fiksi untuk Pengembangan Karir
Buku seperti “How to Talk to Anyone, Anytime, Anywhere” hanyalah salah satu contoh referensi yang bisa membantu pengembangan soft skill di dunia kerja. Banyak buku non-fiksi lain tentang komunikasi, kepemimpinan, dan produktivitas yang juga relevan dipelajari, terutama bagi kamu yang ingin terus berkembang secara profesional. Kebiasaan membaca buku pengembangan diri secara rutin bisa menjadi investasi jangka panjang yang membedakan kariermu dari kandidat lain di pasar kerja yang kompetitif.
Ilmu Komunikasi Tidak Pernah Kedaluwarsa
Meski dunia kerja terus berubah, kemampuan komunikasi yang baik tetap menjadi keterampilan yang selalu dicari HRD dari generasi ke generasi. Investasikan waktu untuk terus mengasah kemampuan ini, baik lewat buku, pelatihan, maupun praktik langsung dalam interaksi sehari-hari.
FAQ Seputar Tips Interview dari Buku Seni Berbicara
Apa maksud “interview adalah proses menjual diri”?
Maksudnya kamu perlu menunjukkan nilai dan kontribusi yang bisa kamu berikan kepada perusahaan, layaknya seorang sales yang meyakinkan calon pembeli akan manfaat produknya.
Bagaimana cara bersikap terbuka tanpa terlalu banyak bicara?
Jawab pertanyaan dengan jujur dan jelas, sertakan konteks secukupnya, namun tetap fokus pada inti pertanyaan tanpa melebar ke topik yang tidak relevan.
Pertanyaan apa yang sebaiknya diajukan kepada pewawancara?
Tanyakan seputar ruang lingkup pekerjaan, ekspektasi kinerja, atau budaya tim, karena pertanyaan seperti ini menunjukkan ketertarikan dan pemikiran yang matang dari kandidat.
Apakah prinsip komunikasi ini hanya berlaku untuk interview kerja?
Tidak, prinsip ini juga relevan untuk negosiasi gaji, presentasi kerja, hingga membangun relasi profesional dengan rekan kerja atau klien di kemudian hari.
Bagaimana cara menunjukkan kesiapan tanpa terkesan berlebihan?
Tunjukkan lewat jawaban yang terstruktur dan berbasis riset, bukan dengan klaim berlebihan, karena kesiapan yang tulus biasanya lebih terasa dibanding sekadar kata-kata meyakinkan.
Praktikkan Sebelum Menjadi Kebiasaan
Keempat prinsip ini akan terasa lebih natural jika dipraktikkan berulang kali, bukan hanya dihafal menjelang interview. Cobalah terapkan dalam percakapan sehari-hari, seperti saat berdiskusi dengan dosen, atasan magang, atau bahkan teman sebaya, agar sikap terbuka dan kemampuan bertanya yang baik menjadi kebiasaan alami, bukan sekadar teknik yang dipaksakan saat interview kerja saja.
Terapkan prinsip komunikasi klasik ini di interview berikutnya. Biar tidak ketinggalan info lowongan kerja terbaru, langganan info lowongan via WhatsApp dari LokerBali.