Hindari Menandatangani Kontrak Kerja Seperti Ini
Setelah memahami hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani kontrak kerja, kamu juga perlu tahu ciri-ciri kontrak kerja yang buruk dan sebaiknya dihindari. Meski mendapatkan pekerjaan adalah hal yang sulit, kamu tetap harus berhati-hati. Ketika kontrak kerja disodorkan dan kamu merasa ragu, wajar untuk meragukannya, karena cukup banyak perusahaan yang tidak menerapkan kebijakan sesuai hukum yang berlaku. Berikut ciri-ciri kontrak kerja yang sebaiknya kamu hindari.
- 4 ciri kontrak kerja buruk: tidak profesional sejak awal, job desk tidak jelas, jenjang karir tidak jelas, dan perusahaan bermasalah.
- Ketidakprofesionalan sering terlihat sejak proses rekrutmen, bukan hanya setelah bekerja.
- Kontrak kerja tanpa deskripsi pekerjaan jelas berisiko membuatmu menanggung tanggung jawab di luar wewenang.
- Berani menolak kontrak kerja yang buruk demi kebaikan masa depan kariermu sendiri.
1. Tidak Ada Profesionalitas Perusahaan Sejak Awal
Kamu bisa mengetahui buruknya profesionalitas perusahaan sejak proses rekrutmen. Contohnya seperti undangan interview yang dikirim di luar jam kantor, jam interview yang sangat molor dari jadwal, atau perusahaan menggunakan bahasa yang tidak layak dan tidak profesional saat menghubungimu. Jangan sepelekan etika kerja seperti ini, sekalipun perusahaan berskala kecil.
2. Job Description Tidak Jelas dalam Kontrak Kerja
Kontrak kerja biasanya mencantumkan deskripsi pekerjaan jelas yang meliputi kewajiban dan lingkup tanggung jawabmu. Jika kontrak kerja tidak memiliki deskripsi pekerjaan yang jelas dan bisa dipahami, lebih baik kamu mencari perusahaan lain. Jangan sampai kamu mendapatkan tanggung jawab pekerjaan yang berat, tidak beraturan, dan di luar wewenangmu yang seharusnya.
3. Kejelasan Jenjang Karir
Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika masuk sebuah perusahaan adalah jenjang karir, karena penting untuk perkembangan dirimu ke depannya. Jika perusahaan yang menawarkan kontrak kerja tidak memiliki ruang untuk berkembang, besar kemungkinan kamu akan terjebak dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama.
4. Perusahaan Bermasalah
Coba cek apakah perusahaan yang ingin kamu masuki tidak memiliki masalah, terutama dari sisi hukum dan finansial. Perusahaan yang bermasalah atau tidak sehat kebanyakan tidak berkembang dan justru mengalami kemunduran. Jika kamu menemukan tanda-tanda ini, sebaiknya hindari menandatangani kontrak kerja dengan mereka dan cari perusahaan lain yang lebih menjanjikan.
Berani Menolak Demi Masa Depan yang Lebih Baik
Meski mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang sulit, kamu harus berani menolak kontrak kerja dari perusahaan yang menunjukkan ciri-ciri buruk di atas demi kebaikan masa depanmu. Kontrak kerja merupakan salah satu hal terpenting yang perlu kamu pastikan, agar nantinya kamu bisa bekerja lebih baik untuk jangka panjang, bukan justru terjebak dalam situasi yang merugikan.
Langkah Jika Menemukan Ciri-Ciri Ini
- Tanyakan langsung kepada HRD untuk klarifikasi poin yang meragukan sebelum menandatangani.
- Cari review perusahaan dari karyawan sebelumnya di platform karir atau media sosial.
- Diskusikan dengan orang yang lebih berpengalaman sebelum mengambil keputusan final.
- Jangan takut menolak jika memang red flags yang ditemukan terlalu signifikan.
Percaya pada Instingmu
Selain keempat ciri di atas, percayai juga instingmu. Jika ada yang terasa tidak beres selama proses rekrutmen atau saat membaca kontrak kerja, jangan abaikan perasaan tersebut. Lebih baik mencari kepastian lebih lanjut daripada menyesal setelah menandatangani kontrak yang ternyata bermasalah.
Ingat, Kamu Juga Punya Pilihan
Mencari kerja memang tidak mudah, tapi bukan berarti kamu harus menerima kontrak apa pun tanpa mempertimbangkan kualitasnya. Kamu berhak memilih perusahaan yang benar-benar menghargai karyawannya, bukan sekadar menerima tawaran pertama yang datang karena rasa terburu-buru atau takut kehilangan kesempatan.
FAQ Seputar Ciri Kontrak Kerja yang Buruk
Apakah proses rekrutmen yang buruk selalu mencerminkan budaya kerja perusahaan?
Tidak selalu, tapi sering menjadi indikasi awal yang layak diwaspadai, karena cara perusahaan memperlakukan kandidat biasanya mencerminkan bagaimana mereka memperlakukan karyawan.
Bagaimana cara mengecek apakah perusahaan bermasalah secara hukum?
Cari informasi dari review karyawan sebelumnya di platform karir, berita terkait perusahaan, atau bertanya langsung kepada koneksi yang pernah bekerja di sana.
Apakah boleh menolak kontrak kerja setelah proses interview panjang?
Boleh, jika kontrak yang ditawarkan tidak sesuai ekspektasi atau menunjukkan ciri-ciri bermasalah, kamu berhak menolak meski sudah melalui proses interview yang panjang.
Bagaimana jika jenjang karir tidak dicantumkan jelas dalam kontrak?
Tanyakan langsung kepada HRD tentang peluang pengembangan karir di posisi tersebut sebelum menandatangani kontrak, agar kamu punya gambaran jelas untuk masa depan.
Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur menandatangani kontrak buruk?
Konsultasikan dengan pihak yang memahami hukum ketenagakerjaan untuk mengetahui hak dan opsi yang tersedia, termasuk kemungkinan negosiasi ulang atau mengakhiri kontrak sesuai prosedur.
Ingat, mendapatkan pekerjaan yang tepat lebih penting dibanding sekadar mendapatkan pekerjaan secepat mungkin, terutama jika hal itu berarti kamu harus mengorbankan kesejahteraan dan masa depan kariermu sendiri. Ceritakan pengalamanmu, baik yang baik maupun buruk, kepada teman atau komunitas pencari kerja lain. Berbagi informasi seperti ini membantu sesama pencari kerja saling melindungi dari perusahaan yang tidak profesional. Kewaspadaan bukan berarti pesimis, melainkan bentuk perlindungan diri agar perjalanan kariermu ke depan lebih terjamin dan tidak terjebak dalam situasi kerja yang merugikan.
Waspadai ciri-ciri kontrak kerja yang buruk sebelum menandatangani. Cari lowongan kerja Bali terbaru dan terpercaya? Daftarkan profilmu ke Talent Pool LokerBali.