Kantor nggak ada budget

Ada kandidat yang kelihatannya ideal di atas kertas—pengalaman panjang, skill lengkap, dan cara kerja matang. HRD pun suka karena potensinya besar buat bantu tim berkembang. Tapi masalahnya satu: ekspektasi gajinya tinggi, sementara budget kantor belum siap. Di situ muncul dilema antara pengin dapet orang terbaik atau harus realistis sama kondisi keuangan perusahaan.

Baca Selengkapnya

Ini sih namanya nggak cuti

Minta cuti ke atasan tapi tetap harus bawa kerjaan itu rasanya serba tanggung. Di satu sisi kamu butuh istirahat buat jaga kesehatan dan pikiran, tapi di sisi lain tanggung jawab kerja masih ikut kebawa ke mana pun kamu pergi. Cuti yang harusnya jadi waktu rehat malah berubah setengah kerja, setengah libur, bikin pikiran nggak benar-benar

Baca Selengkapnya

Dahlah, derita editor

Derita editor itu bukan soal edit doang, tapi revisi yang nggak ada habisnya. Udah ngerasa final, eh masuk revisi “sedikit aja” yang ujung-ujungnya rombak ulang, kadang tanpa arahan jelas. Mata capek, timeline mepet, tapi harus tetap sabar sambil pura-pura bilang “siap, akan direvisi” meski dalam hati pengen nangis pelan-pelan.

Baca Selengkapnya

Basa-Basi Awal Kerja

Basa-basi sama anak baru di kantor niatnya biar akrab dan waktu cepet lewat, eh pas iseng lihat jam ternyata pulangnya masih lama. Senyum masih dipasang, obrolan masih lanjut, tapi hati udah ngeluh duluan karena energi udah tipis sementara jam kerja masih panjang. Rasanya pengen skip waktu aja langsung ke jam pulang.

Baca Selengkapnya

Pingin Dapet 1 M

Di tempat kerja kamu cuma mikirin makan siang apa, kapan gajian, sama jam istirahat, karena emang udah lelah banget. Kerja dijalanin autopilot, yang penting lewat hari tanpa drama, tanpa energi buat mikir lebih jauh. Bukan nggak peduli sama karier, tapi capeknya udah sampai titik di mana bertahan aja rasanya sudah jadi usaha paling besar.

Baca Selengkapnya

Si Palugada

Si palugada, di lowongan jobdesk graphic designer, tapi setelah kerja malah ngerjain semuanya. Mulai dari editor, video, konten kreator, sampai admin, semua jatuh ke satu orang dengan alasan “masih satu tim kreatif”. Di awal mungkin kamu coba bertahan biar dianggap bisa, tapi lama-lama capek karena ekspektasi nggak sebanding sama posisi dan bayaran, bikin kamu sadar

Baca Selengkapnya