Tumpek Krulut: Makna Hari Kasih Sayang Versi Bali dan Tradisi Memuliakan Kesenian
Di dunia Barat, kita mengenal Valentine’s Day sebagai hari kasih sayang. Namun, masyarakat Hindu di Bali memiliki tradisi yang jauh lebih tua dan mendalam untuk merayakan cinta kasih, yaitu Tumpek Krulut.
Sering disebut sebagai “Valentine Versi Bali”, Tumpek Klurut bukan sekadar tentang cinta antar manusia, melainkan perayaan kasih sayang semesta melalui keindahan seni, suara, dan keharmonisan batin.
Apa Itu Tumpek Krulut?
Tumpek Klurut jatuh setiap hari Sabtu Kliwon pada Wuku Klurut. Secara harfiah, “Klurut” berasal dari kata Lulut yang berarti sayang, cinta, atau daya tarik yang kuat.
Pada hari suci ini, umat Hindu di Bali memuja Sang Hyang Iswara dalam manifestasinya sebagai Dewa keindahan, seni, dan suara. Fokus utama dari hari ini adalah menyelaraskan pikiran agar menjadi lembut, penuh kasih, dan harmonis.
Baca juga: Kalender Bali 2026
Tradisi Memuliakan Gamelan (Ngaturang Piuning)
Salah satu ciri khas utama Tumpek Klurut adalah pemujaan terhadap instrumen kesenian, khususnya Gamelan. Mengapa demikian?
- Gamelan sebagai Simbol Keharmonisan: Gamelan terdiri dari berbagai alat musik yang berbeda, namun jika dipukul secara bersamaan dengan rasa, ia menghasilkan harmoni yang indah.
- Taksu Kesenian: Seniman di Bali menghaturkan sesajen (upakara) pada perangkat gamelan atau alat seni lainnya untuk memohon agar instrumen tersebut memberikan “Taksu” atau daya pikat spiritual saat dimainkan.
Makna Sosial: Merajut Kasih Sayang di Tempat Kerja
Selain aspek spiritual, Tumpek Klurut kini dirayakan secara sosial sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan (Tresna Asih). Di kantor-kantor, instansi, maupun lingkungan kerja di Bali, hari ini sering diisi dengan:
- Saling Mengasihi: Mengurangi ego dan meningkatkan solidaritas antar rekan kerja.
- Kesenian: Pementasan seni bersama untuk menghibur diri dan lingkungan.
- Ketenangan Fikiran: Menjernihkan fikiran agar komunikasi antar sesama menjadi lebih baik.
Tumpek Klurut disambut setiap 210 hari sekali, tepatnya pada hari Sabtu Kliwon Wuku Krulut dalam kalendar Bali.
Tumpek Krulut berlangsung pada tanggal 3 Januari 2026 dan 1 Agustus 2026