LokerBali.id
Panduan Rekrutmen Kerja

Kenali Jenis-Jenis
Psikotes Kerja

Sebelum tahap interview, kebanyakan perusahaan di Bali mewajibkan psikotes untuk menilai kepribadian, kemampuan berpikir, dan kecocokan kerja kandidat. Berikut jenis-jenis tes yang paling sering muncul — lengkap dengan apa yang dinilai dan tips menghadapinya.

Ringkas: LokerBali merangkum 10 jenis psikotes kerja yang paling umum dipakai perusahaan di Indonesia, dikelompokkan menjadi 4 kategori: Kepribadian (DISC, MBTI, PAPI Kostick, EPPS), Kemampuan Kognitif (Tes IQ, TPA, Kraepelin/Pauli), Proyektif/Grafis (Wartegg, BAUM & HTP), dan Minat & Bakat (RIASEC/Holland Code). Untuk 6 jenis tes yang bisa diukur objektif (DISC, MBTI, PAPI Kostick, EPPS, TPA, Kraepelin, RIASEC), tersedia simulasi latihan gratis dengan hasil instan.

Kepribadian

DISC

Mengukur gaya perilaku kerja berdasarkan 4 dimensi: Dominance, Influence, Steadiness, Compliance.

Yang Dinilai

Cara kamu mengambil keputusan, berkomunikasi, dan bereaksi terhadap tekanan di lingkungan kerja.

Jawab konsisten sesuai kebiasaan asli — jangan coba "membaca" jawaban ideal karena pola jawaban tidak konsisten justru mencurigakan.

Coba Simulasi Tes
Kepribadian

MBTI

Myers-Briggs Type Indicator — mengelompokkan tipe kepribadian ke dalam 16 kombinasi (mis. INTJ, ESFP).

Yang Dinilai

Preferensi cara berpikir, mengambil energi, memproses informasi, dan mengambil keputusan.

Tidak ada tipe "benar" atau "salah" — HRD biasanya memakainya untuk melihat kecocokan budaya tim, bukan kelulusan mutlak.

Coba Simulasi Tes
Kepribadian

PAPI Kostick

Tes pilihan pasangan pernyataan (memilih pernyataan yang paling menggambarkan diri) untuk memetakan motivasi kerja.

Yang Dinilai

Kebutuhan akan kendali, keteraturan, hubungan sosial, dan orientasi terhadap aturan/otoritas.

Kerjakan cepat dan spontan — tes ini didesain agar sulit "dikelabui" dengan mikir terlalu lama.

Coba Simulasi Tes
Kepribadian

EPPS

Edwards Personal Preference Schedule — mirip PAPI, memaksa memilih antar dua pernyataan kebutuhan psikologis.

Yang Dinilai

15 kebutuhan dasar seperti berprestasi, otonomi, afiliasi, dan dominasi.

Konsistensi jawaban dicek otomatis lewat item berulang — jujur lebih aman daripada menebak pola "ideal".

Coba Simulasi Tes
Kemampuan Kognitif

Tes IQ (CFIT / TIKI / IST)

Mengukur kecerdasan umum lewat soal pola gambar, deret angka, dan penalaran logis dalam waktu terbatas.

Yang Dinilai

Kemampuan berpikir abstrak, kecepatan analisis, dan daya tangkap pola.

Latihan soal deret angka & pola gambar sebelumnya sangat membantu karena tipe soalnya cenderung mirip antar penyedia tes.

Coba Simulasi Tes
Kemampuan Kognitif

TPA (Tes Potensi Akademik)

Gabungan soal verbal (sinonim, analogi), numerik (hitungan, deret), dan spasial/figural (rotasi bentuk).

Yang Dinilai

Kemampuan akademik dasar yang relevan dengan tugas administratif dan analitis di pekerjaan.

Kelola waktu per sesi — biasanya soal numerik butuh waktu lebih lama, jangan terjebak di satu soal sulit.

Coba Simulasi Tes
Kemampuan Kognitif

Kraepelin / Pauli

Tes koreksi angka — menjumlahkan deretan angka menurun/menaik secara terus-menerus dalam waktu ketat.

Yang Dinilai

Ketelitian, ketahanan kerja (stamina), konsistensi performa, dan daya tahan terhadap tekanan waktu.

Jaga ritme stabil dari awal sampai akhir — penilai lebih fokus ke konsistensi grafik hasil daripada kecepatan di awal saja.

Coba Simulasi Tes
Proyektif / Grafis

Tes Wartegg

Melengkapi 8 kotak berisi guratan/titik menjadi gambar utuh sesuai interpretasi bebas.

Yang Dinilai

Cara berpikir, emosi, dan pendekatan terhadap masalah lewat pilihan objek & urutan pengerjaan.

Gambar dengan wajar dan selesaikan semua kotak — hindari gambar berulang atau terlalu sederhana (mis. hanya garis lurus).

Proyektif / Grafis

BAUM & HTP

Menggambar pohon (BAUM) atau rumah-pohon-orang/House-Tree-Person (HTP) sesuai instruksi psikolog.

Yang Dinilai

Gambaran bawah sadar tentang rasa aman, hubungan keluarga/sosial, dan citra diri.

Gambar proporsional dan lengkap (ada akar, batang, daun untuk pohon) — detail berlebihan atau garis sangat tipis sering ditafsirkan sebagai kecemasan.

Minat & Bakat

RIASEC (Holland Code)

Kuesioner minat kerja berdasarkan 6 tipe: Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, Conventional.

Yang Dinilai

Kecocokan minat pribadi dengan jenis pekerjaan/industri tertentu.

Jawab berdasarkan aktivitas yang benar-benar kamu nikmati, bukan yang terdengar prestisius — hasil dipakai untuk penempatan posisi yang pas.

Coba Simulasi Tes

Tips Umum Menghadapi Psikotes

Pertanyaan Umum

Apa saja jenis-jenis psikotes kerja yang umum dipakai perusahaan?
Psikotes kerja umumnya dikelompokkan menjadi 4 kategori: tes kepribadian (DISC, MBTI, PAPI Kostick, EPPS), tes kemampuan kognitif (Tes IQ/CFIT/TIKI/IST, TPA, Kraepelin/Pauli), tes proyektif/grafis (Wartegg, BAUM, HTP), dan tes minat bakat (RIASEC/Holland Code).
Apa perbedaan tes kepribadian dan tes kognitif dalam psikotes?
Tes kepribadian (seperti DISC dan MBTI) mengukur gaya perilaku, preferensi, dan cara mengambil keputusan — tidak ada jawaban benar/salah. Tes kognitif (seperti TPA dan Kraepelin) mengukur kemampuan berpikir, ketelitian, dan kecepatan analisis — punya jawaban benar/salah yang bisa dinilai objektif.
Apakah psikotes kerja bisa dilatih atau dipersiapkan?
Tes kognitif seperti TPA, tes IQ, dan Kraepelin bisa dilatih lewat pengerjaan soal serupa secara rutin. Tes kepribadian seperti DISC, MBTI, PAPI Kostick, dan EPPS sebaiknya dijawab jujur sesuai kebiasaan asli, karena pola jawaban yang tidak konsisten justru dicurigai sebagai usaha memanipulasi hasil.
Apa itu tes Kraepelin/Pauli dan apa yang dinilai?
Tes Kraepelin (atau Pauli) adalah tes koreksi angka di mana peserta menjumlahkan deretan angka secara terus-menerus dalam waktu terbatas. Yang dinilai adalah ketelitian, kecepatan kerja, dan konsistensi performa dari awal sampai akhir sesi — indikator ketahanan kerja di bawah tekanan.

Siap Cari Kerja di Bali?

Lihat ratusan lowongan kerja aktif di Bali dan temukan posisi yang paling cocok dengan minat & kemampuanmu.

Lihat Lowongan Kerja