Dahlah, derita editor

Derita editor itu bukan soal edit doang, tapi revisi yang nggak ada habisnya. Udah ngerasa final, eh masuk revisi “sedikit aja” yang ujung-ujungnya rombak ulang, kadang tanpa arahan jelas. Mata capek, timeline mepet, tapi harus tetap sabar sambil pura-pura bilang “siap, akan direvisi” meski dalam hati pengen nangis pelan-pelan.

Dunia Kerja, Hiburan